Hilirisasi dan Industrialisasi, Kunci Jawa Timur Menuju Indonesia Emas 2045
- 2026-04-06T15:37:48
Sahabat Prokopim,
Provinsi Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional melalui penguatan hilirisasi dan industrialisasi komoditas unggulan.
Dalam forum “Jatim Talks Semester I 2026”, sejumlah pemangku kepentingan memaparkan strategi untuk menjaga resiliensi ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Kinerja Industri dan Peluang Daerah
Sektor industri agro nasional menunjukkan performa positif dengan kontribusi PDB terhadap industri non-migas mencapai 52,09% pada tahun 2025. Di Jawa Timur, ekonomi tumbuh stabil sebesar 5,3% (yoy) pada tahun 2025, yang didukung oleh sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar (31,64%). Jawa Timur memiliki peluang besar melalui bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam, seperti kelapa sawit, rumput laut, dan kopi yang menjadi basis industri hilir.
Pemerintah melalui RPJMN 2025-2029 menetapkan hilirisasi sebagai strategi utama untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Beberapa poin kunci kebijakan meliputi:
Integrasi Hulu-Hilir: Memperkuat rantai pasok melalui kemitraan antara petani/koperasi dengan industri.
Pemanfaatan Teknologi: Digitalisasi Industri 4.0 dan diversifikasi produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah hingga 180 kali lipat.
Trisula Pembangunan: Fokus pada peningkatan kualitas SDM, investasi sektor riil, dan penurunan kemiskinan guna mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8,0% pada 2029.
Tantangan Global dan Domestik
Meskipun optimis, tantangan besar tetap mengintai, mulai dari volatilitas pasar keuangan global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat hingga risiko geopolitik konflik Timur Tengah yang dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Di sisi domestik, jaminan konsistensi bahan baku dan rendahnya adopsi teknologi modern masih menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui sinergi kebijakan lintas pihak.
Adapun acara ini dilaksanakan secara virtual oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur di Surabaya, Rabu (1/4/2026) dengan mengusung tema “Sinergi Penguatan Daya Saing Jawa Timur melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan dan Iklim Investasi Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur, dimana Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Perbankan juga turut hadir dalam acara diskusi ini.
Melalui diskusi yang inspiratif dan strategis, Jatim Talk diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi daerah serta menciptakan ekosistem investasi yang semakin kompetitif.
Untuk Kabupaten Magetan mengikuti jalannya acara di Ruang Rapat Sekdakab Magetan yang di hadiri oleh Sekdakab Magetan didampingi Kepala OPD terkait.
(Prokopim/gtm)
