Rehabilitasi dan Normalisasi Irigasi Serta Drainase Menjadi Prioritas Penanganan Pasca Banjir
- 2026-04-08T13:02:52
Sahabat Prokopim,
Gerak cepat merespons dampak banjir di beberapa tempat diambil Bupati Magetan bersama Wakil Bupati dalam mengambil keputusan pada Rapat Evaluasi Bencana di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha pada Senin (6/3/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk memetakan langkah strategis penanganan bencana secara komprehensif baik skala pendek,menengah dan panjang
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mencari akar permasalahan banjir dan longsor di Magetan. Sebagai langkah konkret, beberapa bunda Nanik memimta OPD terkait langsung fokus pada penanganan masalah dengan mengunakan potensi yang ada.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam waktu dekat meliputi:
Normalisasi Aliran Sungai: Membersihkan sedimentasi dan hambatan aliran air guna mencegah luapan susulan.
Penguatan Tebing: Prioritas perbaikan pada titik longsor yang berada di kawasan padat penduduk untuk mencegah kerusakan bangunan warga.
Pendekatan Persuasif: Melakukan dialog dengan warga yang tinggal di sempadan sungai terkait keamanan hunian mereka.
Edukasi & Kebersihan: Menggalakkan kerja bakti massal serta edukasi tertib pembuangan sampah kepada masyarakat.
Bupati Magetan menegaskan bahwa kecepatan penanganan ini sangat krusial, tidak hanya untuk meminimalisir risiko bencana susulan, tetapi juga untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat.
“Fokus kita adalah memberikan rasa aman kepada warga. Dengan langkah cepat melalui penggunaan dana BTT dan kerja sama lintas OPD, kita berharap kondisi lapangan segera stabil dan warga tidak lagi dihantui rasa cemas saat hujan turun,” ujar Bupati di sela-sela rapat.
Melalui integrasi data dari para Kepala OPD dan langkah taktis di lapangan, Pemerintah Kabupaten Magetan optimis normalisasi kawasan terdampak dapat diselesaikan demi kenyamanan dan keselamatan warga Bumi Mageti.
(Prokopim/gtm/rio)
