Lestarikan Tradisi dan Tebar Berkah, Pemkab Magetan Gelar ” Gumolong Lampah Hastungkara Andum Berkah Rahayu”

  • 2026-06-26T09:20:17
Lestarikan Tradisi dan Tebar Berkah, Pemkab Magetan Gelar ” Gumolong Lampah Hastungkara Andum Berkah Rahayu”

Sahabat Prokopim,

Nuansa sakral dan penuh kebersamaan menyelimuti Alun-Alun Magetan pada acara Kirab Pusaka dan Jamasan dalam rangkaian tradisi tahunan bertajuk Kirab Pusaka ” Gumolong Lampah Hastungkara Andum Berkah Rahayu”, yang dipusatkan di Alun-alun Magetan, Kamis (25/06/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari warisan budaya leluhur ini dihadiri Bupati, Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Prosesi diawali dengan kirab dan jamasan pusaka Pandhawa Cinarita Kyai Pandhawa Nagaragung, yang sarat makna spiritual sebagai simbol penyucian diri, baik lahir maupun batin.

Dalam sambutannya, Bupati Magetan Nanik Sumantri menyampaikan, Gumolong Lampah Hastungkara tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Puncak kemeriahan acara berlangsung saat prosesi Andum Berkah Bolu Rahayu. Kue bolu dalam bentuk lesung dan bedug, serta gunungan sayur mayur yang telah disiapkan menjadi simbol berbagi keberkahan kepada masyarakat. Ribuan warga dengan penuh antusias berebut mendapatkan bagian dari bolu tersebut, yang diyakini membawa doa kebaikan, keselamatan, dan kelancaran rezeki.

“Bolu Rahayu yang telah didoakan dan dikirab ini menjadi simbol berkah dan doa bagi Kabupaten Magetan. Semoga Magetan semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta terhindar dari segala hal yang tidak diinginkan,” ujar Bupati.

Terkait pemilihan bolu sebagai simbol keberkahan, Bupati menuturkan bahwa hal tersebut tidak lepas dari identitas Magetan sebagai daerah yang memiliki banyak pelaku UMKM penghasil bolu.

“Bolu dipilih karena menjadi salah satu produk khas Kabupaten Magetan. Banyak UMKM di Magetan yang memproduksi bolu, sehingga kemudian diangkat menjadi simbol dalam tradisi ini dan dikenal sebagai Bolu Rahayu,” jelasnya.

Melalui tradisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan semangat berbagi keberkahan dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

(Prokopim/edh/be/gtm/ahm/KD1)

Cari Produk Hukum