RAKOR KESIAPSIAGAAN KEKERINGAN DAN KARHUTLA KAB. MAGETAN TAHUN 2026

  • 2026-07-22T15:31:59
RAKOR KESIAPSIAGAAN KEKERINGAN DAN KARHUTLA KAB. MAGETAN TAHUN 2026

Sahabat Prokopim,

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (KarHutLa) Kabupaten Magetan Tahun 2026, pada Selasa (21/07) bertempat di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Magetan.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri, Perhutani, BMKG, PMI, relawan kebencanaan, camat, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Rakor dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau yang diprakirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibanding kondisi normal. Pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan apabila terjadi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. Prakiraan BMKG pada 2026 menunjukkan potensi musim kemarau yang lebih kering di banyak wilayah Indonesia sehingga kesiapsiagaan perlu diperkuat sejak dini.

Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto menyampaikan Menginventarisasi kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta dukungan logistik masing-masing instansi, memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan apabila terjadi bencana dan Menyusun langkah-langkah operasional dan pembagian tugas yang jelas sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan efektif.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Hermawan menyampaikan Pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab kita semua serta perlunya koordinasi dan sinergi antar semua Instansi untuk bersama mencegah, Modal penting adalah kesadaran masyarakat di Kab. Magetan sendiri, apabila masyarakatnya peduli dan antusias dalam membantu dan bekerjasama untuk mengatasi kebakaran hutan, insyaallah potensi kebakaran akan dapat ditekan dan Mengajak kepada semua bahwa upaya pencegahan kebakaran bertujuan untuk sama – sama menjaga kelestarian di wilayah Kab. Magetan khususnya Gunung Lawu sehingga meminimalisir terjadinya kebakaran hutan seperti beberapa tahun lalu.

Kasdim 0804/Magetan, mayor Inf Tomy Fedi Anugrahan menyampaikan Kodim 0804/Magetan berkomitmen untuk sepenuhnya kebijakan Mendukung Pemerintah Kabupaten Magetan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana sesuai tugas pokok tni dalam operasi Militer Selain Perang, Melalui seluruh koramil jajaran dan babinsa di setiap desa, Kodim 0804/Magetan akan terus mengoptimalkan deteksi dini terhadap potensi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. Babinsa akan bersinergi dengan bhabinkamtibmas, perangkat desa, relawan, kelompok tani, serta masyarakat untuk melakukan pemantauan wilayah, memberikan edukasi, dan melaksanakan pelaporan secara cepat apabila ditemukan titik api maupun wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan TNI-Polri selalu siap mendukung pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di wilayah Kabupaten Magetan, terutama di berapa titik daerah rawan kebakaran dan Menyarankan agar segera dirumuskan Tim Terpadu, apa dan bagaimana cara masing-masing pihak bekerja dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di Magetan.

“Kepolisian dibantu dengan instansi lainnya agar bersinergi mensosialisasikan terkait ancaman hukuman bagi oknum-oknum yang disinyalir menyebabkan kebakaran, Agar juga melibatkan Batalion TP untuk dimasukkan dalam bagian elemen Satgas pencegahan dan penanganan kebakaran di Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Dalam Arahannya Bupati Magetan Bunda Nanik menegaskan Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, kita di Kab. Magetan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Kondisi Geografis Magetan yang memiliki kawasan pegunungan, hutan lindung, hutan produksi, lahan pertanian, serta kawasan wisata di Lereng Gunung Lawu menjadikan daerah kita memiliki tingkat kerawanan yang harus diantisipasi secara serius.

“Rapat koordinasi ini menjadi sangat penting sebagai forum menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, Perhutani, Relawan, dunia usaha, serta masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tersebut dan Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap seluruh perangkat daerah dapat memastikan kesiapan sesuai tugas dan fungsinya,” arahnya.

Dalam sesi diskusi kali ini Lanud Iswahjudi menyiapkan 2 Helikopter dalam penanganan kebakaran di wilayah Kab. Magetan dan dalam Satgas Pencegahan dan Penanganan Kebakaran di wilayah Kabupaten Magetan, selain Kodim 0804/Magetan, Lanud Iswahjudi dan para Relawan, Batalion TP 529/SBA juga ikut dilibatkan.

Melalui Rakor Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Magetan tetap terjaga.

Upaya ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Magetan yang sebelumnya juga menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran lahan selama musim kemarau.

(Prokopim/adm/bee/KD1)

Cari Produk Hukum